Inspirasi dari seorang teman…

Posted on November 27, 2008 by cindypermanagado2.
Categories: my reflection/ opinion.

Terinspirasi dari seorang teman…

(selembar catatan yang dibuat dini hari, saat inspirasi mengerjakan tugas sudah buntu!) hahaha…

tadi pagi, saat saya menanyakan pada seorang teman: kenapa kamu senang? ia berkata: “ya, senang aja”

saya bertanya, “knapa? kata kamu, segala sesuatu harus ada alasannya..” (sebelumnya, ia menanyakan pada saya hal yang sama) lalu ia mengatakan kalimat ini: biarlah segala sesuatunya berasal dari dalam diri kamu (…) coba sesekali kamu duduk di dekat jendela bus dan lihat semuanya berjalan…kita tak ada pun, semua tetap berjalan seperti biasa. kita begitu kecil dibandingkan seluruh dunia ini.

Apa hubungannya dengan perasaan yang timbul dari dalam diri?

Anggap saja…kamu sebagai penonton, jawab teman itu. Kamu tidak perlu terpengaruh.Memang, teman saya sudah membuktikannya. Saat ayahnya meninggal, ia tidak menangis sama sekali…Ia menyadari dari dalam hatinya, memang sudah saatnya terjadi.

Jadi, katanya..saat kamu senang, saat kamu sedih, itu terjadi dalam dirimu sendiri dan bukan karena pengaruh dari luar.

hmmm…saya mempraktekkan itu. saya penasaran dengan kata-katanya. Saya sengaja memilih tempat di dekat jendela. Menjadi penonton…Oh, ini toh yang dimaksudnya…

Memang, mudah sekali merespon secara reaktif. Begitu mudah dikendalikan oleh hal-hal dari luar diri. Seakan-akan, kita tidak memiliki kendali atau kontrol apapun atas diri kita. Ini terjadi juga saat kita melakukan kesalahan. “Ini karena dia”, “Dia sih, bikin saya kesal!”, “Sori, terlambat. Macet…”

Itupun sering saya alami. Saat saya merasa emosi, kesal, marah, sedih, kecewa, ataupun sebaliknya: gembira, senang… Seringkali dikaitkan dengan faktor luar diri.

Akibatnya, dunia dan hidup saya begitu mudah berubah. Negatifnya lagi, begitu mudah pula saya “menunjuk” hal lain di luar diri saya menjadi tersangka utama atas apa yang terjadi dalam hidup saya. Seakan-akan, merekalah yang bertanggung jawab atas apa yang saya alami.

Padahal, manusia dianugerahi kehendak bebas dan akal budi. Akan tetapi, semua itu seakan terpendam begitu saja. Jadi, siapa yang harus berjuang untuk hidup saya? Siapa yang bertanggung jawab?

Pertama-tama, tentu diri saya sendiri. Peran orang lain tentu dan pastinya ada. Akan tetapi, seberapa besar pengaruh mereka dalam kehidupan pribadi kita, kontrolnya berada di tangan kita sendiri. Hal inilah yang kurang disadari, termasuk oleh saya sendiri.

Hmm…hari sudah semakin larut. Trims ya, teman, untuk inspirasinya! Sebuah awal kesadaran menuju kedewasaan diri…. GBU.

1 comment.



Comment on September 29th, 2009.

Lovely post, lovely words, love it rocks! online pharmacy

Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>