You are looking at posts that were written in the month of November in the year 2008.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Oct | ||||||
| 1 | 2 | |||||
| 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 |
| 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 |
| 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
Terinspirasi dari seorang teman…
(selembar catatan yang dibuat dini hari, saat inspirasi mengerjakan tugas sudah buntu!) hahaha…
tadi pagi, saat saya menanyakan pada seorang teman: kenapa kamu senang? ia berkata: “ya, senang aja”
saya bertanya, “knapa? kata kamu, segala sesuatu harus ada alasannya..” (sebelumnya, ia menanyakan pada saya hal yang sama) lalu ia mengatakan kalimat ini: biarlah segala sesuatunya berasal dari dalam diri kamu (…) coba sesekali kamu duduk di dekat jendela bus dan lihat semuanya berjalan…kita tak ada pun, semua tetap berjalan seperti biasa. kita begitu kecil dibandingkan seluruh dunia ini.
Apa hubungannya dengan perasaan yang timbul dari dalam diri?
Anggap saja…kamu sebagai penonton, jawab teman itu. Kamu tidak perlu terpengaruh.Memang, teman saya sudah membuktikannya. Saat ayahnya meninggal, ia tidak menangis sama sekali…Ia menyadari dari dalam hatinya, memang sudah saatnya terjadi.
Jadi, katanya..saat kamu senang, saat kamu sedih, itu terjadi dalam dirimu sendiri dan bukan karena pengaruh dari luar.
hmmm…saya mempraktekkan itu. saya penasaran dengan kata-katanya. Saya sengaja memilih tempat di dekat jendela. Menjadi penonton…Oh, ini toh yang dimaksudnya…
Memang, mudah sekali merespon secara reaktif. Begitu mudah dikendalikan oleh hal-hal dari luar diri. Seakan-akan, kita tidak memiliki kendali atau kontrol apapun atas diri kita. Ini terjadi juga saat kita melakukan kesalahan. “Ini karena dia”, “Dia sih, bikin saya kesal!”, “Sori, terlambat. Macet…”
Itupun sering saya alami. Saat saya merasa emosi, kesal, marah, sedih, kecewa, ataupun sebaliknya: gembira, senang… Seringkali dikaitkan dengan faktor luar diri.
Akibatnya, dunia dan hidup saya begitu mudah berubah. Negatifnya lagi, begitu mudah pula saya “menunjuk” hal lain di luar diri saya menjadi tersangka utama atas apa yang terjadi dalam hidup saya. Seakan-akan, merekalah yang bertanggung jawab atas apa yang saya alami.
Padahal, manusia dianugerahi kehendak bebas dan akal budi. Akan tetapi, semua itu seakan terpendam begitu saja. Jadi, siapa yang harus berjuang untuk hidup saya? Siapa yang bertanggung jawab?
Pertama-tama, tentu diri saya sendiri. Peran orang lain tentu dan pastinya ada. Akan tetapi, seberapa besar pengaruh mereka dalam kehidupan pribadi kita, kontrolnya berada di tangan kita sendiri. Hal inilah yang kurang disadari, termasuk oleh saya sendiri.
Hmm…hari sudah semakin larut. Trims ya, teman, untuk inspirasinya! Sebuah awal kesadaran menuju kedewasaan diri…. GBU.
LOVE
Cinta itu aneh, ya…
Saat tak terduga ia datang…
Menghampiri dan mengubah dunia kita
Rasanya indah
Akan tetapi, ketika kita mulai tenggelam di dalamnya
dan mulai egois
tak mau melepaskan
saat itu ia perlahan tapi pasti
terbang perlahan meninggalkan….
Mungkin jejak indah, mungkin pula luka
…..
Namun, saat aku tersadar
Aku pun dapat tersenyum kembali
menyapanya walau mungkin dia bukan untukku
bersahabat dengannya walau hatinya untuk yang lain
Tetapi aku tetap bahagia
dan damai
Ternyata, mencintai itu indah
Tak peduli apa balasannya
Ini benar
Mungkin awalnya sakit
Tetapi pada akhirnya
Ketika engkau mencintai dengan bebas lepas
Yang ada kedamaian hati
…..
Mungkin selama ini aku hanya menjadi kolam
bukan sungai yang mengalir
….
Ketika kita sadar bahwa
ketika kita melepaskan
dengan rela
Dengan tetap menganggapnya sahabat
walau apapun tanggapannya tentang diri kita
Saat itulah, kita dapat melihat dengan benar
Bahwa ada begitu banyak pilihan yang diberikan
Ada begitu banyak cinta di sekeliling kita
Yang tidak kita sadari sebelumnya
Karena kita terlalu egois
Mengejar impian kita sendiri
…..
THANKS GOD, THANKS MOTHER MARY, THANKS TO EVERYONE IN MY LIFE
for everything You do in my life, for every moment….
LOVE YOU ALL
THIS IS FOR YOU…
Hidup adalah suatu perziarahan…
Berkelana dari satu tempat ke tempat lain
Perjumpaan dan perpisahan menjadi bumbu dalam perjalanan
Ada satu waktu
Rasanya enggan untuk beranjak
Sulit mengucapkan sampai jumpa
Dengan begitu banyak kenangan
Memori meninggalkan jejak dalam
di hati
Ya…itulah hidup
Tak ada yang abadi
Pelangi hanya menjadi bias air hujan
Sumber cahaya ada dalam Sang Matahari
Saat ini…
Mungkin sulit untuk mengatakan
Selamat tinggal Romo
Begitu banyak jejak kenangan yang terlukis
Masih teringat canda tawa
Juga marah dan tangis
Rasanya begitu cepat waktu bergulir
Namun, pelayanan berakar pada sebuah ketaatan
Kesetiaan dan pengorbanan
Aku ini hamba Tuhan, jadilah kehendak-Mu
Ini aku, milik-Mu
Sebuah tugas dijalani
dengan seulas senyum ikhlas
Hari ini…
Menjadi hari yang terukir penuh makna
Perpisahan bukanlah akhir
Melainkan suatu awal
Untuk berjumpa kembali
Lembaran harus tetap dibuka
Menyambut keluarga baru
dengan penuh sukacita
Perpisahan membawa perkenalan yang lain
Perkenalan semoga membawa kedekatan
Kesatuan sebagai satu keluarga
Berangkulan erat menghadapi tantangan
Maju menggapai impian harapan
Terima kasih Romo Danto
Untuk jerih payah, kesetiaan, dan pengorbananmu
Sepanjang tujuh tahun yang penuh batu kerikil dan badai
Tetapi juga angin sejuk dan sinar mentari pagi
Doa kami selalu menyertai hidup dan pelayanan Romo
Selamat datang, Romo Adi!
Tangan terbuka dan senyum persahabatan menyambutmu
Bersama dalam satu keluarga
Terus mengobarkan api cinta kasih
Menjadi sahabat dan pembimbing kami selalu
Semoga tangan Tuhan selalu membimbing langkah setiap pelayan-Nya
Memberkati setiap pikiran, kata, dan perbuatan
Hingga akhirnya hanya terang-Mu yang bercahaya
Melalui diri kami semua untuk sesama. AMIN.
PUISI KEMERDEKAAN
MERDEKA!
MERDEKA… Kata yang sangat nyaring didengungkan
Apalagi
di tengah hari-hari kemerdekaan bangsa Indonesia
Namun…
BENARKAH KITA TELAH MERDEKA??
Benarkah semangat merah putih masih berkibar di hati kita?
Benarkah Pancasila masih bermakna dalam nurani kita?
Benarkah kita sungguh-sungguh bangsa Indonesia?
Masih sejuta tanda tanya
Mengenai apa?
Satu kata…
Yang juga selalu didengungkan oleh iman kita,
yaitu….
CINTA KASIH
Cinta yang memerdekakan
Kasih yang menyatukan dan berperikemanusiaan
Cinta kasih yang mengisi hidup dengan suci
Cinta kasih yang berani memperjuangkan keadilan
dan
Cinta kasih yang berani bertindak
Benarkah kita sebagai manusia Katolik dan juga manusia Indonesia
telah mewujudkannya??
Karena…
Seperti tindakan tanpa kasih adalah sia-sia
Demikian pula kasih tanpa tindakan juga tak ada artinya
Maka, marilah saudara-saudari, teman-teman sekalian
Mari kita bersama-sama berjuang
demi kemerdekaan dan kasih sejati
dalam diri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat kita
agar pada akhirnya
kita berani berseru,
Merdeka! Merdeka! dan
MERDEKA! Amin.